Obat Disentri Tradisional
Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (gangguan) dan enteron (usus), yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas, tinja lendir bercampur darah.
Gejala-gejala disentri antara lain adalah:
- Buang air besar dengan tinja berdarah
- Diare encer dengan volume sedikit
- Buang air besar dengan tinja bercampur lender(mucus)
- Nyeri saat buang air besar (tenesmus)
Etimologi
1. Bakteri (Disentri basiler)
- Shigella, penyebab disentri yang terpenting dan tersering (± 60% kasus disentri yang dirujuk serta hampir semua kasus disentri yang berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh Shigella.
- Escherichia coli enteroinvasif (EIEC)
- Salmonella
- Campylobacter jejuni, terutama pada bayi
2. Amoeba (Disentri amoeba), disebabkan Entamoeba hystolitica, lebih sering pada anak usia > 5 tahun
Pengobatan disentri secara tradisional
Jika terjadi gejala-gejala seperti diatas maka anda tidak perlu panik,
blog tradisional memberikan cara untuk pengobatan secara mudah dan bahan yang digunakan mudah ditemukan bahkan ada di dapur anda.
Bahan-bahan :
1. Bawang putih : 2 siung
2. Air : 1 gelas
Cara Membuat :
a. Bawang putih dikupas lalu dicuci bersih
b. Rebus dengan segelas air , diminum sebelum makan 3 kali sehari selama 2-3 hari.